Contoh Cerpen

Assalamu'alaikum wr.wb
Gimana kabar kalian semua? Semoga sehat-sehat ya, kali ini aku mau ngasih contoh tentang cerpen, semoga bermanfaat buat kalian, seperti biasa, jika kalian ada saran dan kritik silahkan komen di kolom komentar, terimakasih😊

    Hal Yang Tidak Terduga

   Matahari mulai terbit memancarkan indahnya cahaya, burung-burung mulai bernyanyi riang, ayam-ayam mulai berkokok menyambut indahnya pagi hari, dan aku segera bergegas untuk sekolah, ya ini hari pertamaku memasuki sekolah menengah atas, rasanya tidak percaya bahwa aku sudah memasuki masa-masa SMA yang menurut pandangan orang-orang, SMA itu menyenangkan, ada yang bilang juga tempatnya mencari jodoh, ada juga yang menjalani aktivitas rutin seperti biasa yang lebih tepatnya tidak ada yang spesial, ya begitulah berbagai macam pendapat anak-anak muda zaman sekarang, dan kembali lagi ke rutinitasku seperti biasa dengan bersiap diri dengan rapi sebelum berangkat sekolah sambil tersenyum-senyum sendiri berdoa agar sekolahku yang ini lebih seru, lebih menyenangkan, orang-orangnya pada ramah, dan ketika aku sedang melamun menikmati masa-masa SMA ketika itu juga ada yang berteriak memanggil namaku dengan suara lantang “Zahira Anastasyaaaaa, cepat sudah jam berapa ini, kamu masih santai-santai dengan seragammu yang masih berantakan, cepat segera selesaikan, apa kamu ingin hari pertamamu sekolah malah menjadi telat? Cepat selesaikan! Setelah itu langsung ke ruang makan dan langsung sarapan” kata ibuku, dan aku menjawab “baik bu, akanku selesaikan dengan cepat” jawabku, dan aku pun langsung bergegas cepat-cepat salin, langsung mengambil sarapan dilanjut dengan makan, dan langsung berangkat tepat pukul 06.30.
   Ketika aku sudah sampai di sekolah baruku, aku langsung berkumpul dengan teman satu sekolahku dulu, rasanya tidak percaya aku sudah duduk di bangku SMA yang menurut pandangan orang-orang itu tempatnya mencari jodoh, tapi toh aku juga tidak peduli dengan pendapat seperti itu,  yang penting aku bisa belajar dengan baik di sekolahku ini, dan hari pertama di sekolahku ini jadwalnya diisi dengan PLS ya pengenalan semacam itu, sebelum PLS, aku dan anak-anak yang lainnya menunggu di depan gerbang sekolah, banyak sekali yang berkumpul, banyak juga lulusan-lulusan dari SMP lain yang masuk ke sekolah ini, ya setidaknya aku pasti punya banyak teman, tapi ya susah mencari teman yang sungguh-sungguh yang bisa dipercaya, rata-rata kan sekarang banyak teman yang fake friend, tapi ya entahlah semoga di sekolahku ini aku mendapat teman yang baik, ya tidak masalah bila itu pun hanya beberapa orang, tapi setidaknya ya tidak fake friend yang aku maksud tadi.
   Setelah aku menunggu cukup lama di gerbang dan mengisi waktu luang dengan mengobrol bersama teman yang berasal dari SMP ku dulu, disitu aku melihat sosok lelaki dan ketika aku melihatnya, dia malah melihatku balik yang akhirnya kita bertatapan saling pandang, dan entah kenapa ketika kejadian saling pandang itu hatiku pun malah ikut bersuara dengan keras seperti alunan drum band yang sedang memenuhi telingaku, dia menatapku lebih dalam, dan karena aku tidak kuat menatapnya, aku langsung membuang tatapan itu dengan beralih mengobrol dengan temanku di SMP, setelah itu ada salah seorang guru yang memberitahu kami semua bahwa diharap ke lapangan untuk mendapat ruangan yang telah diselesaikan, aku dan yang lain pun langsung ke lapangan dan kita semua berbaris dengan rapi mengikuti arahan dari guru-guru, setelah itu kami diberitahu bahwa kami semua akan diberikan kelas dan disebutkan satu persatu untuk memasuki kelas masing-masing yang sudah disediakan, dan aku kebagian kelas PLS 4, aku duduk dengan temanku yang SMP nya bareng denganku juga yang bernama Anetta, kemudian setelah melewati hari-hari PLS dan yang terakhir itu jadwalnya psikotes, aku dan anak-anak lain pun mengikuti nya dengan tenang seperti biasa, setelah selesainya aku langsung keluar kelas dan mengobrol dengan sahabatku yang sayangnya kita berbeda kelas, aku pun mengobrol seperti biasa, tetapi disisi lain lelaki yang sama persis tadi pagi malah terus memperhatikanku tanpa aku sadari, aku pun grogi dan langsung kembali menuju kelasku, aku langsung duduk dan salah tingkah bila mengingat kejadian itu terus, aku pun lang membuka buku daripada memikirkan hal yang tidak jelas seperti itu.
   Setelah semua murid selesai psikotes, anak-anak yang lain pun langsung bergegas pulang termasuk aku, aku pulang seperti biasa ke rumah dan langsung istirahat di ruangan favoritku yaitu kamar, bagiku kamar tempat ternyaman yang ada dihidupku, dan setelah itu aku ketiduran dan melanjutkan aktivitas seperti biasa seperti makan, mandi, membantu ibuku, dan lain-lain.
   Keesokan harinya, aku kembali ke sekolah dengan biasa dan disambut dengan anak-anak yang sudah bergerumut seperti semut yang mencari gula, tapi ini bukan mencari gula lebih tepatnya mencari kelas yang akan ditempati, aku pun segera berlari dan langsung melihat dimana posisi kelas yang akan aku tempati, dan ternyata aku ditempatkan di kelas X IPA 5, dan kalian tau? Aku pun sekelas dengan lelaki yang dulu pernah menatapku secara terang-terangan, iya kita berdua sekelas, dan lagi-lagi hatiku pun mulai mengeluarkan suara drum band dengan mudahnya, entah kenapa aku langsung grogi tidak karuan ketika melihat orang itu sekelas denganku, dan aku pun langsung masuk kelas dengan mencari teman yang siapa tau ada teman SMPku dulu yang sekelas denganku, tapi memang benar saja ada salah satu temanku yang mengajak aku duduk bersamanya dengan melambai-lambaikan tangan kepadaku dan aku pun langsung menghampiri dia dan aku berkata “terimakasih Dila karena sudah mengkosongkan tempat duduk ini hehe” aku tertawa kecil dan Dilaa menjawab “oke sama sama ra, lagian ketika aku melihat di papan nama ada nama kamu di papan itu, aku sudah langsung ingin duduk bersama kamu, dan langsung mengkosongkan bangku ini” jawab Dila, dan kami pun langsung berbincang dengan senang, kemudian aku melihat sosok itu lagi, ya dia melihatku dan seperti biasa kita pun langsung bertatapan lagi dan lagi, dan benar saja hatiku mengeluarkan suara drum band seperti biasa, entah kenapa bila bertemu dengannya aku selalu seperti ini, dan bila saja seperti itu kadang aku langsung mempunyai pendapat apakah ini yang dinamakan cinta? Tapi langsung aku buang jauh-jauh pemikiran tersebut. A cinta, aku sudah terlanjur kecewa dengan hal seperti itu, dan aku sudah malas melewati hal-hal yang dinamakan dengan cinta, aku pun langsung mengajak ngobrol Dila agar aku tidak jenuh, ya sesekali membeli makan ke kantin untuk mengisi perut yang sudah mulai minta diisi makanan, setelah aku selesai dari kantin dan menuju kelas, aku melihat tatapan itu lagi, aku tidak mengerti tatapan apa yang dia maksud, aku pun tersenyum sekilas kepadanya, entah itu salah ataupun tidak yang jelas aku hanya tersenyum padanya tetapi tidak disangka dia pun membalas senyuman itu lagi, dan benar saja hatiku berdegup dengan kencang melebihi drum band, setelah itu aku buru-buru fokus ke makananku dan langsung melahap dengan perasaan campur aduk, setelah itu karena masih bebas-bebasnya di sekolah aku pun seperti biasa main ke temanku yang ternyata mereka malah mendapat kelas di IPS yang bernama Rani dan Salsa, tapi walaupun tidak sekelas dan tidak satu jurusan ya pertemanan kita tetap baik seperti biasa, setelah dari kelas temanku dan memang waktunya pulang sekolah, aku pun langsung kembali ke kelasku lalu mengambil tas untuk segera pulang.
   Setelah sampai rumah, ibuku menanyakan perihal di sekolah baruku yang mendapat pertanyaan “Bagaimana sekolah kali ini? Apakah seru? Menyenangkan? Bagaimana dengan teman-teman barumu?” tanya mamaku, dan langsung aku beri jawaban “Ya seru, menyenangkan, teman-teman aku pun baik, ramah, bu” jawabku, dan dibalas anggukan dan jawaban “Syukurlah kalau begitu” dan dibalas senyuman juga olehku, setelah itu dirumah aku menjalankan aktivitas seperti biasa, dan setelah semuanya selesai aku langsung bergegas untuk tidur agar esok harinya tubuhku lebih baik, lebih segar dibanding hari ini.
   Dan keesokan harinya aku bergegas ke sekolah seperti biasa, dan di gerbang sekolah sudah banyak anak-anak sekolah yang lewat, ada yang membawa motor, sepeda, dan lain-lain, aku pun berjalan seperti biasa menuju kelas, ketika sampai kelas aku mendapat senyuman dari pemuda itu yang baru ku ketahui namanya itu Arnan Bagaskara, dia tersenyum padaku dan kubalas senyuman kepadanya, setelah itu aku duduk di tempatku dan langsung membaca novel daripada aku berpikiran yang tidak-tidak mengenai Arnan, setelah itu ada guru yang masuk ke kelasku dan langsung mengabsen kami semua satu persatu, tapi ada yang janggal di absen itu, namaku tidak tercantum di absen itu, aku pun langsung bertanya kepada Ibu Ida yang ku ketahui namanya itu, aku bertanya “Bu kenapa tidak ada namaku di absen tersebut?” kataku, dan dijawab “Yang benar? Namamu siapa?” jawabnya, aku pun menjawab “Namaku Zahira Anastasya, bu” jawabku, ibu itu pun mengangguk paham dan langsung menjawab “sepertinya kamu ada di absen kelas lain, entar ibu cari dulu dan kalau misalkan sudah ketemu, ibu langsung kembali ke kelas IPA 5” jawabnya, dan aku menjawab dengan anggukan sambil menjawab “Baik bu”. Aku pun langsung kembali duduk dengan tenang, setelah beberapa menit kemudian Ibu Ida langsung ke kelasku lagi dan memanggilku agar aku pindah ke kelas IPA 4, Ibu Ida menjelaskan padaku bahwa aku bukaan ditempatkan di IPA 5 lebih tepatnya di IPA 4, itu kelasku sesungguhnya, aku pun langsung mengangguk dan mengerti paham apa yang dimaksud Ibu Ida, setelah waktunya istirahat, aku langsung berpindah kelas menuju kelas IPA 4, yang mendapat komenan dari Arnan bahwa aku dilarang pindah olehnya, aku hanya tersenyum dan menjawab “Aku kan bukan anak kelas IPA5, di absen juga tidak dicantumkan namaku, jadi ya aku pindah” jawabku, dan dia menjawab “Yahh jangan gitu dong ra, disini aja bareng aku” jawab dia sambil memasang muka lesu, tetapi aku malah tertawa melihat ekspresi dia yang seperti itu, dan aku langsung melambaikan tangan ke arahnya, dan dia pun tersenyum ke arahku, senyumnya? Sangat manis, apalagi dihiasi dengan alis tebal, kulit bersih, wangi yang khas, itu yang mampu membuatku salah tingkah di hadapannya.
   Aku pun langsung memasuki kelas IPA 4, untungnya disitu ada teman dekatku di SMP yang bernama Bagas, aku pun meminta pertolongan kepadanya untuk mencarikan tempat yang kosong untuk aku tempati, dan dia memberitahu bahwa meja belakang kosong, aku pun langsung berjalan ke arah belakang untuk menempati tempat duduk tersebut, di kelas itu aku masih asing, masih belum pada kenal, tapi hari demi hari aku pun kenal dan dekat dengan beberapa anak kelas tersebut, dimulai dari Putri, Elsa, dan masih banyak lagi. Setelah itu melakukan kegiatan rutin seperti biasa, belajar di sekolah, ke kantin untuk memenuhi kebutuhan perut, belajar di rumah, makan di rumah, mandi, tidur, dan begitu saja rutinitasku sampai sekarang.
   Kemudian ketika di hari libur, aku seperti biasa bersantai di rumah dan tak lupa membaca novel apapun yang aku mau, dan novel adalah kesukaanku, ya begitulah kalau sudah memasuki hari libur, aku hanya santai di rumah, dan sesekali membuka handphone, dan ketika aku membuka handphone sambil membuka bbm ya siapa tau ada yang ngechat ya, aku pun mendapat pesan dari Arnan, dia mengirim pesaan seperti ini “lagi ngapain?” tanya dia, aku pun langsung kaget dan sesekali tidak menyangka dan berpikir dia mendapat pin bbm ku dari mana, aku pun  langsung menjawab dengan senang “lagi santai” jawabku, dan dia langsung membaca chatku dan langsung dibalas oleh nya dengan jawaban “aku gangu tidak?” dan aku balas dengan jawaban “tidak kok nan, santai saja” itu jawabku, dan kita pun akhirnya berkirim pesan satu sama lain hingga malam dan diakhiri dengan balasan “sampai ketemu di sekolah” itu jawab dia, dan aku jawab “sampai ketemu juga”. Disitu aku benar-benar merasa senang, entah apa yang aku rasakan saat ini, intinya aku bahagia, entah itu cinta atau apa dan sekarang aku tidak mempermasalahkannya, setelah aku berkhayal saking senangnya, aku pun tertidur pulas hingga esok pagi.
   Esok pagi aku pergi sekolah seperti biasa dengan bertemu dengan teman-temanku, dengan Arnan, entah kenapa dihadapannya sekarang, aku salah tingkah sendiri, mungkin aku kemakan omongan sendiri yang tadi sebelumnya bodo amat dengan cinta, sekarang malah ada seseorang yang membuat aku penasaran tentang cinta, dan sepertinya aku mulai ada rasa suka kepada Arnan, karena sudah beberapa minggu ini juga dia selalu mengabariku sepulang sekolah, menanyakan tentang kesibukanku, tentang tugas-tugasku, tentang apa saja rutinitasku setiap hari, tentang perhatiannya kepadaku, tentang semuanya dia tunjukan kepadaku, apapun itu. Mungkin saat ini, aku sudah terbawa perasaan oleh Arnan, semoga dia memang orang yang benar-benar baik untuk aku.
   Setelah berjalannya waktu dan aku sedang berada di dalam kelas, ketua kelas dari kelasku mengumumkan bahwa semua kelas 10 akan diselenggarakan acara pramuka yaitu camping bersama dengan kelas 10 di daerah gara tengah, aku pun mengikutinya dengan senang acara pramuka tersebut yang diadakan 2 malam 3 hari, acaranya cukup menyenangkan dengan diadakannya jelajah, pensi, senam tiap pagi, lomba masak, dan berbagai aktivitas yang membuatku ingin lagi dan lagi merasakan acara tersebut, setelah semuanya berjalan lancar kami semua pun langsung pulang, sebelum pulang aku meminta tolong kepada Arnan untuk membantu membereskan tenda, ia pun dengan senang hati membantu kelompokku umtuk merapikan tenda tersebut, aku pun langsung berkata “Terimakasih Arnan sudah membantu” dan dijawab “Oke sama-sama” dengan dibalas senyuman yang tentunya hingga membuat aku salah tingkah, dia pun langsung kembali ke tendanya, dan aku pun langsung kembali ke temanku dan mengucapkan selamat tinggal, karena aku sudah dijemput terlebih dahulu oleh ayahku, sesampainya di rumah aku langsung beristirahat dan langsung merapikan yang ada di tas ku, setelah selesai, aku langsung membaca pesan yang sudah maksud di handphone ku, ternyata Arnan mengirimku pesan “Jaga kondisi ya ra, istirahat” dan aku langsung salah tingkah dan langsung menjawab “Siap, kamu juga Arnan” dan dari situ kita berdua langsung membuka obrolan lebih dalam lagi hingga malam,  dan langsung memutuskan pesan karena kami berdua sudah tidak kuat menahan ngantuk, dan akhirnya ditutupi dengan kalimat “See you Ra” dan aku jawab “See you too Nan”. Aku pun langsung tertidur lelap hingga esok pagi.
  Kemudian aku sekolah seperti biasa, tetapi entah kenapa perasaanku semakin salah tingkah bila ada di dekat Arnan, terutama bila aku sudah melihat senyum yang manis itu, semakin salah tingkah dibuatnya, dan dia sering memberikan aku perhatian-perhatian kecil yang membuatku semakin berharap lebih kepadanya, dan ketika pulang sekolah juga dia memberikan aku tawaran untuk pulang bareng, tapi aku tolak karena aku masih takut, tetapi dengan seiring berjalan nya waktu, aku semakin yakin pada Arnan, dia bisa membuat aku nyaman, dua mengajariku berbagai hal, dan disaat itu juga ketika pulang sekolah, dia mengungkapkan perasaanya kepadaku, aku juga bingung ingin menjawab apa, dan aku meminta kepada dia untuk memberikan aku waktu beberapa hari untuk menjawab pertanyaan itu, ya sebenarnya aku senang Arnan menyatakan perasaan nya kepadaku, dan itu juga kan aku yang berharap juga ingin selalu ada di dekat dia dan sekarang terwujud, sebelum aku menjawab, aku pun menanyakan terlebih dahulu kepada kedua sahabatku yaitu Rani dan Salsa, ketika itu juga mereka kaget tidak percaya dengan apa yang ku katakan, tapi itu sungguhan tidak main-main, dan teman-temanku juga menyutujui hal tersebut ya lebih tepatnya menerima cinta Arnan, dan ketika aku sedang chatttan dengan Arnan, aku pun menanyakan tentang pertanyaan dulu di sekolah yang ia tanyakan kepadaku, dan dia pun langsung menanyakan “Apa jawabannya?” tanya dia, dan aku jawab “iya aku mau Nan” dan dia pun langsung mengirim pesan “Horeee makasih Ra” dan aku jawab “Sama-sama Nan”. Dan sampai sekarang aku dan Arnan masih tetap menjalin hubungan, ya walaupun ada saja permasalahan, tapi aku dan Arnan tetap tidak menyerah, kami tetap mempertahankan hubungan ini dengan baik, terimakasih Arnan.

Komentar